Instalasi Laravel 13 & Setup Laravel Herd
Halo bos! Selamat datang di seri Laravel 13 Dasar.
Di artikel pertama ini kita bakal mulai dari nol banget: menginstal Laravel 13 dan menjalankan project pertama kita dengan cara yang paling nyaman di tahun 2026, yaitu pakai Laravel Herd.
Gak usah takut. Kita gak akan bahas teori panjang-panjang. Kita langsung praktek, pelan-pelan, biar kamu paham kenapa setiap langkah itu dilakukan.
Kenapa Pakai Laravel Herd?
Dulu orang belajar Laravel biasanya harus install XAMPP, Laragon, atau setup Nginx + PHP + Composer manual. Ribet, sering error, dan beda-beda di setiap komputer.
Sekarang Laravel sudah punya solusi resmi yang jauh lebih nyaman: Laravel Herd.
Herd itu development environment khusus Laravel. Setelah diinstall, kamu langsung punya:
- PHP (versi terbaru)
- Nginx
- Composer
- Laravel Installer
- Node.js + npm
- Domain .test otomatis
Intinya: kamu tinggal bikin project, langsung bisa dibuka di browser. Gak perlu setting apa-apa lagi.
Apa yang Akan Kita Lakukan di Artikel Ini?
- Install Laravel Herd
- Membuat project Laravel 13 baru (tanpa starter kit)
- Menjalankan project tersebut
- Membuka halaman default Laravel di browser
Selesai.
Langkah 1: Download & Install Laravel Herd
Pergi ke website resmi:
Pilih sesuai sistem operasi kamu:
- macOS → download file .dmg
- Windows → download installer
Setelah download:
Di Mac:
- Buka file .dmg
- Drag icon Herd ke folder Applications
- Buka Herd dari Applications
- Ikuti proses onboarding (Herd akan otomatis download PHP dan Node.js)
Di Windows:
- Jalankan installer dengan Run as Administrator
- Ikuti wizard instalasi
- Setelah selesai, buka aplikasi Herd
Setelah selesai, buka Terminal (Mac) atau PowerShell/CMD (Windows), lalu ketik perintah ini satu per satu untuk memastikan semuanya terpasang:
Kalau semuanya menampilkan nomor versi, berarti instalasi berhasil. Mantap!
Catatan: Laravel 13 membutuhkan minimal PHP 8.3. Herd biasanya langsung menyediakan PHP 8.4 atau 8.5 sebagai default, jadi sudah aman.
Langkah 2: Buat Project Laravel 13 Baru
Kita akan buat project dengan nama blog-sederhana (sesuai tema seri ini).
Pertama, masuk ke folder yang sudah di-"park" oleh Herd. Secara default:
- Mac: ~/Herd
- Windows: C:\Users\NamaKamu\Herd
Jalankan perintah ini:
Mac / Linux:
Windows (PowerShell):
PowerShell
Saat proses berjalan, Laravel Installer akan bertanya beberapa hal. Untuk seri fundamental ini, pilih opsi berikut:
- Starter kit? → pilih None (tanpa starter kit)
- Testing framework? → bebas, boleh pilih Pest atau PHPUnit
- Git repository? → Yes (biar rapi)
Tunggu sampai proses selesai. Composer akan mengunduh semua package yang dibutuhkan.
Setelah selesai, masuk ke folder project-nya:
Langkah 3: Buka Project di Browser
Sekarang tinggal buka project-nya. Ketik perintah ini:
Browser kamu akan otomatis terbuka di alamat:
Kalau muncul halaman default Laravel (yang ada logo Laravel dan tulisan “Let’s get started”), berarti sukses besar!
Kamu sudah berhasil menjalankan Laravel 13 di komputer lokal.
Penjelasan Singkat Struktur Folder (Biar Gak Bingung)
Setelah project dibuat, kamu akan melihat banyak folder. Jangan panik. Untuk sekarang, yang perlu kamu tahu cuma beberapa:
| Folder/FileKegunaan Singkat | |
| app/ | Tempat kode utama aplikasi (Controller, Model, dll) |
| routes/web.php | Tempat mendefinisikan URL / route |
| resources/views | Tempat file tampilan (Blade) |
| .env | File konfigurasi (database, dll) |
| public/ | Folder yang diakses oleh browser |
Nanti kita akan bahas satu per satu di artikel berikutnya.
Troubleshooting Umum
1. Perintah laravel tidak dikenali
Tutup terminal, buka lagi. Kadang PATH belum ter-update.
2. Domain .test tidak bisa dibuka
Pastikan Herd sedang berjalan (ada icon di menu bar / system tray).
3. Mau ganti versi PHP
Bisa lewat aplikasi Herd → tab PHP, atau lewat terminal:
4. Project di folder lain
Kamu bisa link project yang ada di luar folder Herd dengan perintah:
Kesimpulan
Di artikel pertama ini kita sudah berhasil:
- Menginstal Laravel Herd
- Membuat project Laravel 13 bersih (tanpa starter kit)
- Menjalankan project tersebut di browser lewat domain .test
Ini fondasi yang sangat penting. Kalau sudah sampai sini, kamu siap lanjut ke tahap berikutnya.
Tutorial terkait
Query Builder vs Eloquent — Kapan Pakai yang Mana?
Laravel sebenarnya punya dua lapisan untuk mengakses database: Query Builder (DB::table()) yang lebih rendah level, dan Eloquent (Post::query()) yang dibangun di atasnya
Model & Eloquent ORM Dasar di Laravel 13
Tabel sudah ada di database, tapi kalau mau query data, kita butuh cara yang lebih ekspresif daripada SQL mentah. Di sinilah Eloquent, ORM (Object-Relational Mapping) bawaan Laravel, berperan
Migration Dasar — Membuat Tabel Posts dan Categories
Sampai episode ini kita belum punya tabel posts atau categories sama sekali — controller kita masih mengembalikan teks placeholder. Saatnya bikin struktur database sungguhan lewat migration